Connect with us

Hukum & Kriminal

Lumajang Tak Pernah Aman dari Begal dan Maling Sapi, Sehari Makan Dua Korban

Diterbitkan

||

Lumajang Tak Pernah Aman dari Begal dan Maling Sapi, Sehari Makan Dua Korban

Memontum Lumajang – Masyarakat Kabupaten Lumajang Jawa Timur tak pernah aman dari aksi kawanan begal dan maling sapi. Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 19.30 begal beraksi di jl raya Dusun curah tekor Desa Ledoktempuro kec randuagung. Korban Gohan Tarik Alfaris warga Desa Klakah Kec Klakah, sepeda motor korban jenis honda scoopy dirampas begal hingga mengalami kerugian kurang lebih Rp 17 juta rupiah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Menurut Kapolsek Randiagung Iptu Setyo Budi pada memontum.com, Jumat (6/12/2019). Korban tiba-tiba dipepet oleh 2 orang yang mengendarai honda beat warna merah ketika melintas di jembatan dusun curah tekor dan langsung merampas kunci motor hingga membuatnya terjatuh.

“Korban lalu melarikan diri minta pertolongan warga karena ia melihat salahsatu pelaku hendak membacok korban, setelah itu melaporkan kejadian tersebut ke polsek randuagung,” terangnya.

Sementara dihari yang sama maling sapi beraksi di Desa Duren Kec Klakah, Miskan Warga Dusun Darungan Rt.03 Rw.02 menjadi korban.1 ekor sapi miliknya raib dicuri. Di Desa Maninjo Kec Ranuyoso Budi (37), juga menjadi korban aksi para maling sapi.

Empat hari yang lalu kejadian serupa juga menimpa Ismail Romli (44) warga Darungan Desa Kedungjajang kec kedungjajang dan kawanan maling sapi juga beraksi di Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah, Nalap (56) warga Dusun Ranulading Rt 05 Rw 03. Rabu (27/11/2019) juga jadi korban pencurian. (adi/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

“Tikus2 Gula’ PG Djatiroto Rugikan Milyaran Rupiah, Penegak Hukum Diharap Usut Tuntas

Diterbitkan

||

Tikus2 Gula' PG Djatiroto Rugikan Milyaran Rupiah, Penegak Hukum Diharap Usut Tuntas

Memontum Lumajang – Kasus pencurian gula di gudang PG Djatiroto Lumajang Jawa Timur saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Beberapa pelaku sudah ditangkap dan sisanya masih dalam pengejaran.

Ada hal yang menarik dalam kasus pencurian gula di PG Djatiroto ini, para pencuri atau yang di istilahkan ‘Tikus2 PG Djatiroto’ yang ditangkap saat ini menurut banyak pihak hanyalah ‘Tikus kecil’. Raja tikusnya masih belum tersentuh, diduga ada aktor intelektualnya dibalik kasus itu.

Ketua Ikatan Wartawan Lumajang

Ketua Ikatan Wartawan Lumajang

“Kabarnya kasus pencurian gula di PG Djatiroto itu kerugiannya dilaporkan mencapai milyaran rupiah, ini menjadi hal yang aneh, namun menarik untuk kita telusuri,” ungkap Basori, ketua Ikatan Wartawan Lumajang. Sabtu (18/1/2020).

Basori percaya pihak penegak hukum akan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus PG Djatiroto, Apa yang terjadi di PG Djatiroto, apakah memang ada sistem yang terstruktur, terorganisir, dan masif, sehingga PG Djatiroto mengalami kerugian milyaran rupiah.?

“Kasus kemarin itu kan bbnya hanya beberapa sak gula, kok, berita acaranya dilaporkan kerugiannya mencapai milyaran. Para penegak hukum harus mengusut tuntas, muda-mudahan Polisi bisa membongkar benang kusut Kasus PG Djatiroto ini,” Imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Gudang gula PG Djatiroto Kolan Bima Ghofara, yang temui awak media diruang kerjanya menyampaikan bahwa akibat pencurian gula pada hari sabtu 11/01/2020 pukul 02.00 wib lalu, pihaknya mengalami kerugaian mencapai 1 milyar lebih.

“Akibat pencurian tersebut setelah kami lakukan perhitungan tiap periode sesuai petunjuk direksi kami mengalami kerugian hingga 1 milyar lebih dan hal itu kita tuangkan dalam berita acara.” terangnya.

Saat media menanyakan apakah sebelumnya tidak pernah terjadi selisih? , Kolan Bima Ghofara malah heran dan balik bertanya. “iya ya kenapa tidak pernah ada selisih? apa memang gak jujur atau memang sistemnya yang gak jalan atau ditutup – tutupi, saya gak tau,” jelasnya.

BACA : Cobra Sikat ‘Tikus Gula’ PG Djatiroto Lumajang

Sementara itu pihak Kepolisian Resort Lumajang melalui Kasat Reskrim AKP Hasran SH. M.Hum, beberapa waktu lalu juga sudah menegaskan, jika pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus, karena dimungkinkan ada pelaku lain dibalik pelaku yang sudah ditangkap.

“Tidak menutup kemungkinan akan mengungkap jaringan yang lebih besar lagi, kita masih melakukan pendalaman, siapa dibelakang aksi kejahatan ini,” ujarnya waktu itu. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kabar Perselingkuhan Hebohkan Warga Desa Sidomulyo Pronojiwo

Diterbitkan

||

Kabar Perselingkuhan Hebohkan Warga Desa Sidomulyo Pronojiwo

Memontum Lumajang – Kasus Perselingkuhan bisa terjadi terhadap siapa saja. Tak jarang perbuatan terlarang ini dilakukan dengan orang terdekat. Seperti Kabar Perselingkuhan yang menghebohkan Dusun Sumberurang Rt 20 RW 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Pria beristri inisial TRT (40) diduga menjalin cinta terlarang dengan RMH (30) yang juga bersuami dan masih merupakan tetangganya.

Kasus tersebut mencuat setelah keduanya dipergoki warga kampung pada Selasa (14/1/2020) malam.Salah seorang warga menceritakan pada wartawan memontum.com, Jumat (17/1/2020). Bahwa di kampungnya saat ini TRT dan RMH santer menjadi perbincangan. Kejadian itu terjadi ketika suami RMH sedang bekerja mencari pasir di sungai. TRT memanfaatkan situasi dengan cara menyelinap ke dalam rumah RMH. Ia tidak menyadari jika sebenarnya beberapa warga kampung sudah melakukan pemantauan.

“Memang sudah lama dia (TRT) dengan RMH sepertinya ada hubungan gelap. Dari kecurigaan itu orang-orang selalu memantau. Akhirnya malam itu saat TRT masuk ke rumah RMH dilakukan penggerebekan,” ujar warga yang minta namanya di rahasiakan.

“Suami RMH pas kerja, mencari pasir di sungai. Namun, ternyata kabarnya TRT diduga telah menutup kasusnya tersebut, dengan membayar sejumlah uang kepada sekelompok orang yang telah melakukan penggerebekan,” imbuhnya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, awak media mengkonfirmasi TRT. Dia menyangkal akan kejadian itu. Namun yang membuat aneh, TRT melarang untuk memberitakan kejadian dugaan perselingkuhannya dengan RMH yang sempat digerebeg warga.

“Kalau bisa jangan sampai diberitakan pak. Saya mau cari dan ingin tahu siapa yang menceritakan hal ini Kalau saya melakukan itu (berselingkuh dengan RMH), mudah-mudahan saya disambar petir,” kata TRT. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

TKI Lumajang Meninggal Dunia di Malaysia

Diterbitkan

||

TKI Lumajang Meninggal Dunia di Malaysia

Memontum Lumajang – TKI asal Klakah Kabupaten Lumajang kembali meninggal dunia di Negri Jiran Malaysia. Jenazah sudah dipulangkan ke Tanah Air, Selasa (14/1/2020). Siti Aisyah baru bekerja selama 10 bulan, meninggal setelah mengalami sakit.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang menyampaikan, dari laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, sebelum meninggal, wanita kelahiran 1995 itu diketahui menderita sesak dan batuk.

Wahyu Hidayat SBMI Lumajang

Wahyu Hidayat SBMI Lumajang

“Jenazah sudah dipulangkan ke Tanah Air, Selasa (14/1/2020) kemarin. Tiba di rumah duka di Desa Mlawang Kecamatan Klakah sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung dimakamkan,” kata Wahyu Hidayat dari SBMI. Kamis (16/1/2020).

Dijelaskan, di malaysia majikannya sudah membawanya ke klinik kesehatan setempat. ternyata yang bersangkutan menderita Tuberculosis. Akhirnya pihak majikan mengembalikan Siti Aisyah ke agensi melalui KJRI.

“Karena semakin parah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Johor Bahru. Dan ada rencana mau dipulangkan ke Indonesia melalui jalur laut, meninggalnya 9 Januari 2020. Setelah proses administrasi selesai, jenazah baru diterbangkan ke Indonesia pada 14 Januari, pemulangan jenazah gratis dari KJRI, mulai Johor sampai ke Bandara Juanda, untuk membawa jenazah ke rumah duka, ini dibiayai oleh relawan,” pungkas Wahyu. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Trending