Connect with us

Hukum & Kriminal

Jembatan Gladak Abang Makan Korban, Dump Truk Jatuh ke Sungai

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – Dump Truck Mitsubishi warna kuning Nopol N-8158-YA tabrak pagar jembatan Gladak Abang Jl Imam Bonjol Kelurahan Citrodiwangsan Kota Lumajang hingga terperosok kedalam sungai sedalam 6 meter, Minggu (12/1/2020) pagi pukul 04.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kanit Laka Polres Lumajang Iptu Joko Triyono mengatakan jika peristiwa tersebut berawal saat Kendaraan Dump Truck Mitsubishi warna kuning Nopol N-8158-YA yang dikemudikan M Arif Ujang Sulaiman (20) Warga Dusun Kalibendo Rt 07 Rw 02 Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian mengalami Slip.

“Truk dari arah utara menuju selatan, tepat di jembatan gladak abang mengalami slip dan menabrak pagar jembatan hingga terperosok ke dalam sungai”, kata Joko Triyono.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, beruntung sang sopir hanya mengalami luka ringan, kerugian ditaksir mencapai kurang lebih 10 juta rupiah”, Imbuhnya. (adi/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Curanmor Tempat Ibadah Ditembak Cobra Tangguh Polres Lumajang

Diterbitkan

||

Curanmor Tempat Ibadah Ditembak Cobra Tangguh Polres Lumajang

Memontum Lumajang – Spesialis pencurian sepeda motor di tempat-tempat ibadah ditembak tim Cobra Tangguh Polres Lumajang. AN’ (19) warga Desa Kaligagah Kecamatan Sumberbaru Jember. Dilumpuhkan dengan timah panas saat ditangkap karena berusaha melawan. Kasus ini berdasarkan dari pengembangan kasus curanmor pada Desember 2018 silam.

Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar Sik M.Si, mengatakan, AN ditangkap dirumahnya di Sumber Baru Jember. Karena berusaha melawan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Ia juga menegaskan pada para pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat untuk segera insaf.

“Kita tidak akan segan-segan untuk menindak tegas, para pelaku kriminal, mereka sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Dijelaskan, komplotan pelaku ini beranggotakan Tiga pelaku. Dua diantaranya sudah tertangkap lebih dulu dan kini sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lumajang. Saat diintrogasi, ‘AN’ mengakui perbuatannya sebanyak 11 kali, terbagi 10 TKP di Lumajang dan 1 TKP di Jember.

“Sasaran aksi komplotan pelaku ini adalah tempat parkir Masjid,” ungkap Kapolres. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

MUI dan Umat Muslim Lumajang Laporkan Penghina Nabi ke Polisi

Diterbitkan

||

MUI dan Umat Muslim Lumajang Laporkan Penghina Nabi ke Polisi

Memontum Lumajang – Bermula dari unggahan akun atas nama eko vindyarto (Boygank) di media sosial yang diduga mengandung unsur melecehkan dan menistakan Nabi Muhammad SAW. Membuat MUI dan masyarakat muslim Jatiroto geram dan Melaporkan ke Polres Lumajang. Selasa (18/2/2020) siang. Ratusan warga dari berbagai ormas islam yang datang ke Polres Lumajang di antaranya Warga NU, Muhammadiyah yang terdiri dari para takmir masjid, Ansor dan Pagar Nusa dan sejumlah ormas islam lainnya.

Ketua MWC NU Jatiroto Ustadz Timaruddin, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan kaum muslimin merupakan bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Hari ini kami bersama-sama yang lain melaporkan pelaku yang menistakan Nabi Muhammad SAW melalui akun media sosial, apa yang kita lakukan merupakan salah bentuk kecintaan kami pada kanjeng Nabi yang telah sengaja di hina dan dilecehkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” terangnya.

Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar Sik. M.Si saat menemui para pelapor berjanji akan segera memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti laporan ini.

“Laporannya sudah kami terima, dan akan segera ditindak lanjuti oleh tim kami, Kami berharap kepada massa agar tidak berbuat anarkis dan menyerahkan semua proses hukum kepada pihak yang berwajib,” kata Kapolres.

Sementara itu ketua MUI kecamatan Jatiroto. Ustadz Muhammad Irfan Muharrom, pada media ini mengatakan, jika kedatangannya ke Polres Lumajang tersebut merupakan bentuk taat terhadap negara. Umat islam merasa sakit ketika Nabi Muhammad SAW dikatakan pedovil dikatakan tidak sunat, dikatakan menikahi anak di bawah umur.

“Dia mengatakan itu tanpa dasar-dasar dia tahu bagaimana kondisi nabi kami yang sebenarnya dan dia seorang non muslim yang menyampaikan. Maka kami datang ke polres ini tentu atiulloh wa atiul rosul wa ulil amri. Kami taat kepada Allah kami taat kepada rosululloh kami taat kepada pemerintah,” tegasnya.

“Apa yang terjadi ini, harapan kami pemerintah juga bisa bekerja sama dengan kami, bekerja sama dengan seluruh umat islam yang ada ini untuk menindak lanjuti. Dengan setegas-tegasnya dengan secepat-cepatnya. Karena ini bentuk penistaan dan pelecehan kepada Nabi kami Rosululloh SAW,” pungkasnya. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Trio Janda Muda Kinclong Pesta Sabu di Lumajang

Diterbitkan

||

Trio Janda Muda Kinclong Pesta Sabu di Lumajang

Memontum Lumajang – Tiga orang janda di kabupaten Lumajang harus berurusan dengan Polisi setelah kedapatan berpesta narkoba jenis sabu saat digrebek di sebuah dapur salah satu rumah di Desa Ranu Wurung Kecamatan Randuagung, Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 13:00. Ketiga pelaku JD AS dan Yl. merupakan janda muda warga Randu Agung.

Kapolres Lumajang AKBP Ade Wira Negara Siregar Sik M.Si menyampaikan pada awak media, Senin (17/2/2020) siang. Jika ketiganya tertangkap ketika dilakukan penggerebekan pada dapur di salah satu rumah di Desa Ranu Wurung Kecamatan Randu Agung.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, ada pesta narkoba, kemudian kita tindak lanjuti dengan melakukan penggrebekan pada satu rumah tepatnya di ruang dapur di desa ranuwung. Ternyata benar ketiganya saat itu sedang berpesta sabu,” ujar Kapolres.

Dijelaskan, dari hasil introgasi petugas ketiga pelaku mengaku mengkonsumsi narkoba jenis sabu di beli dari seseorang di Sampang Madura, pembelian dilakukan via telepon, lalu barang tersebut (Sabu) di antar oleh kurir.

“Sabu tersebut dipesan melalui telepon dan diantar oleh kurir, pada saat kita tangkap barang bukti yang berhasil kita amankan sebanyak kurang lebih 2,5 Gram,” jelas Kapolres.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya ketiga janda lumajang tersebut akan dijerat dengan pasal 112 maupun 114 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar,” pungkasnya. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Trending