Connect with us

Hukum & Kriminal

Heboh..! Korban Perampokan di Lumajang Minta Para Pelaku Tidak Dihukum

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – Kasus perampokan yang menimpa Tiananto (24) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tante Tiara (Waria) warga Dusun Margomulyo Desa Kenongo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur menjadi viral pasca Tim Cobra Polres Lumajang Berhasil mengungkap aksi perampokan yang terjadi akhir Agustus lalu.

Terungkap, jika pelaku yang beraksi saat itu, tak lain adalah anak buah korban sendiri (karyawan), dimana korban merupakan pengusaha rias pengantin.

Para pelaku yang berhasil ditangkap diantaranya, Johan (26), Harjo (27), Ridi (35), Izroil (29), semuanya warga Gucialit. Akibat kejadian itu, uang korban raib dibawa kabur para pelaku, sejumlah Rp. 31.000.000,00. Hal yang menghebohkan terkait kasus ini, hingga viral di media massa dan media sosial adalah Sang Korban Perampokan tidak mau para pelaku dihukum.

“Jangan dihukum pak, saya sudah merelakan uang tersebut. Mereka semua karyawan saya, mereka semua baik kepada saya dan juga mereka adalah saudara saya sendiri” ujarnya dihadapan Kapolres Lumajang.

Korban meminta agar Kapolres untuk mengampuni kejahatan yang dilakukan para tersangka. Korban tidak ingin karyawan yang sudah bertahun-tahun susah senang bersamanya dipenjara akibat kasus perampokan yang dilakukan dirumahnya. Bahkan Tiananto alias Tante Tiara sudah merelakan uang Rp 31 Juta yang telah diambil para perampok tersebut.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan pada media ini, Minggu (20/10/2019). Bahwa pihaknya baru kali ini menemukan kasus, seorang korban tindak kejahatan mintak para pelaku yang telah merugikannya untuk tidak dihukum.

“Baru kali ini saya temukan kasus, korban mintak pelaku untuk tidak dihukum. Tapi biarlah nanti pak hakim yang menentukan apakah para pelaku harus di jerat hukuman atau sebaliknya. kami tidak punya kewenangan melepaskan para tersangka. saya paham kesedihan tante tiara tapi hukum harus ditegakkan” tegas Kapolres.

Kapolres menjelaskan uang 31 Juta hasil perampokan dibagikan oleh para tersangka secara bervariasi, ada yang mendapatkan Rp 10 juta, Rp 5 juta dan ada yang hanya mendapatkan Rp 1 Juta.

Uang tersebut digunakan oleh para pelaku untuk membeli 2 sepeda Motor, 3 ekor kambing, 1 Celana panjang, dan 2 buah jaket.

“Uang hasil pembagian tersebut, digunakan oleh para pelaku untuk membeli kambing, sepeda motor dan pakaian yang saat inipun disita petugas sebagai barang bukti. Pelaku melanggar pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara”, pungkasnya. (adi/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

“Tikus2 Gula’ PG Djatiroto Rugikan Milyaran Rupiah, Penegak Hukum Diharap Usut Tuntas

Diterbitkan

||

Tikus2 Gula' PG Djatiroto Rugikan Milyaran Rupiah, Penegak Hukum Diharap Usut Tuntas

Memontum Lumajang – Kasus pencurian gula di gudang PG Djatiroto Lumajang Jawa Timur saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Beberapa pelaku sudah ditangkap dan sisanya masih dalam pengejaran.

Ada hal yang menarik dalam kasus pencurian gula di PG Djatiroto ini, para pencuri atau yang di istilahkan ‘Tikus2 PG Djatiroto’ yang ditangkap saat ini menurut banyak pihak hanyalah ‘Tikus kecil’. Raja tikusnya masih belum tersentuh, diduga ada aktor intelektualnya dibalik kasus itu.

Ketua Ikatan Wartawan Lumajang

Ketua Ikatan Wartawan Lumajang

“Kabarnya kasus pencurian gula di PG Djatiroto itu kerugiannya dilaporkan mencapai milyaran rupiah, ini menjadi hal yang aneh, namun menarik untuk kita telusuri,” ungkap Basori, ketua Ikatan Wartawan Lumajang. Sabtu (18/1/2020).

Basori percaya pihak penegak hukum akan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus PG Djatiroto, Apa yang terjadi di PG Djatiroto, apakah memang ada sistem yang terstruktur, terorganisir, dan masif, sehingga PG Djatiroto mengalami kerugian milyaran rupiah.?

“Kasus kemarin itu kan bbnya hanya beberapa sak gula, kok, berita acaranya dilaporkan kerugiannya mencapai milyaran. Para penegak hukum harus mengusut tuntas, muda-mudahan Polisi bisa membongkar benang kusut Kasus PG Djatiroto ini,” Imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Gudang gula PG Djatiroto Kolan Bima Ghofara, yang temui awak media diruang kerjanya menyampaikan bahwa akibat pencurian gula pada hari sabtu 11/01/2020 pukul 02.00 wib lalu, pihaknya mengalami kerugaian mencapai 1 milyar lebih.

“Akibat pencurian tersebut setelah kami lakukan perhitungan tiap periode sesuai petunjuk direksi kami mengalami kerugian hingga 1 milyar lebih dan hal itu kita tuangkan dalam berita acara.” terangnya.

Saat media menanyakan apakah sebelumnya tidak pernah terjadi selisih? , Kolan Bima Ghofara malah heran dan balik bertanya. “iya ya kenapa tidak pernah ada selisih? apa memang gak jujur atau memang sistemnya yang gak jalan atau ditutup – tutupi, saya gak tau,” jelasnya.

BACA : Cobra Sikat ‘Tikus Gula’ PG Djatiroto Lumajang

Sementara itu pihak Kepolisian Resort Lumajang melalui Kasat Reskrim AKP Hasran SH. M.Hum, beberapa waktu lalu juga sudah menegaskan, jika pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus, karena dimungkinkan ada pelaku lain dibalik pelaku yang sudah ditangkap.

“Tidak menutup kemungkinan akan mengungkap jaringan yang lebih besar lagi, kita masih melakukan pendalaman, siapa dibelakang aksi kejahatan ini,” ujarnya waktu itu. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kabar Perselingkuhan Hebohkan Warga Desa Sidomulyo Pronojiwo

Diterbitkan

||

Kabar Perselingkuhan Hebohkan Warga Desa Sidomulyo Pronojiwo

Memontum Lumajang – Kasus Perselingkuhan bisa terjadi terhadap siapa saja. Tak jarang perbuatan terlarang ini dilakukan dengan orang terdekat. Seperti Kabar Perselingkuhan yang menghebohkan Dusun Sumberurang Rt 20 RW 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. Pria beristri inisial TRT (40) diduga menjalin cinta terlarang dengan RMH (30) yang juga bersuami dan masih merupakan tetangganya.

Kasus tersebut mencuat setelah keduanya dipergoki warga kampung pada Selasa (14/1/2020) malam.Salah seorang warga menceritakan pada wartawan memontum.com, Jumat (17/1/2020). Bahwa di kampungnya saat ini TRT dan RMH santer menjadi perbincangan. Kejadian itu terjadi ketika suami RMH sedang bekerja mencari pasir di sungai. TRT memanfaatkan situasi dengan cara menyelinap ke dalam rumah RMH. Ia tidak menyadari jika sebenarnya beberapa warga kampung sudah melakukan pemantauan.

“Memang sudah lama dia (TRT) dengan RMH sepertinya ada hubungan gelap. Dari kecurigaan itu orang-orang selalu memantau. Akhirnya malam itu saat TRT masuk ke rumah RMH dilakukan penggerebekan,” ujar warga yang minta namanya di rahasiakan.

“Suami RMH pas kerja, mencari pasir di sungai. Namun, ternyata kabarnya TRT diduga telah menutup kasusnya tersebut, dengan membayar sejumlah uang kepada sekelompok orang yang telah melakukan penggerebekan,” imbuhnya.

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, awak media mengkonfirmasi TRT. Dia menyangkal akan kejadian itu. Namun yang membuat aneh, TRT melarang untuk memberitakan kejadian dugaan perselingkuhannya dengan RMH yang sempat digerebeg warga.

“Kalau bisa jangan sampai diberitakan pak. Saya mau cari dan ingin tahu siapa yang menceritakan hal ini Kalau saya melakukan itu (berselingkuh dengan RMH), mudah-mudahan saya disambar petir,” kata TRT. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

TKI Lumajang Meninggal Dunia di Malaysia

Diterbitkan

||

TKI Lumajang Meninggal Dunia di Malaysia

Memontum Lumajang – TKI asal Klakah Kabupaten Lumajang kembali meninggal dunia di Negri Jiran Malaysia. Jenazah sudah dipulangkan ke Tanah Air, Selasa (14/1/2020). Siti Aisyah baru bekerja selama 10 bulan, meninggal setelah mengalami sakit.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang menyampaikan, dari laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, sebelum meninggal, wanita kelahiran 1995 itu diketahui menderita sesak dan batuk.

Wahyu Hidayat SBMI Lumajang

Wahyu Hidayat SBMI Lumajang

“Jenazah sudah dipulangkan ke Tanah Air, Selasa (14/1/2020) kemarin. Tiba di rumah duka di Desa Mlawang Kecamatan Klakah sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung dimakamkan,” kata Wahyu Hidayat dari SBMI. Kamis (16/1/2020).

Dijelaskan, di malaysia majikannya sudah membawanya ke klinik kesehatan setempat. ternyata yang bersangkutan menderita Tuberculosis. Akhirnya pihak majikan mengembalikan Siti Aisyah ke agensi melalui KJRI.

“Karena semakin parah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Johor Bahru. Dan ada rencana mau dipulangkan ke Indonesia melalui jalur laut, meninggalnya 9 Januari 2020. Setelah proses administrasi selesai, jenazah baru diterbangkan ke Indonesia pada 14 Januari, pemulangan jenazah gratis dari KJRI, mulai Johor sampai ke Bandara Juanda, untuk membawa jenazah ke rumah duka, ini dibiayai oleh relawan,” pungkas Wahyu. (adi/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Trending