Lumajang
DPRD Lumajang Minta Optimalisasi Capaian UHC untuk Warga Masyarakat

Memontum Lumajang – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, berharap bahwa Program Pelayanan Kesehatan Gratis perlu dukungan yang serius. Hal itu disampaikan, karena menurutnya saat ini capaian Universal Healt Coverage (UHC) di Lumajang hanya sekitar 85 persen.
“Capaian itu harus segera dikebut. Apalagi, diketahui bahwa warga yang tidak memiliki asuransi kesehatan di Lumajang, masih tinggi. Bahkan, pemilik asuransi juga banyak yang menunggak,” katanya, Selasa (07/01/2025) tadi.
Dijelaskan Supratman, bahwa jumlah orang yang memiliki asuransi kesehatan di Lumajang ada sebanyak 951.019 jiwa. Namun, rinciannya adalah 712.617 jiwa diantaranya aktif, sedangkan 238.402 jiwa dinyatakan tidak aktif. Sehingga, perlu kerja keras untuk mengejar target UHC.
Baca juga :
“Artinya, kalau UHC di Lumajang sampai 98 persen, baru semua permasalahan tentang kesehatan selesai. Tinggal SDM dan Sarprasnya,” tambahnya.
Politisi Partai PDI-Perjuangan ini menjelaskan, bahwa kepesertaan warga yang mengikuti asuransi kesehatan harus diselesaikan dengan cepat. Karenanya, Pemkab Lumajang diminta serius untuk mewujudkan Program Pelayanan Kesehatan tersebut
“Salah satunya biaya retribusi yang saat ini dibebankan kepada warga, ini harus dikaji lagi bagaimana penerapannya supaya apa yang menjadi program Pemkab Lumajang bisa terwujud,” tegasnya. (adi/gie)

Lumajang4 mingguPemkab Lumajang dan DPRD Perkuat Koordinasi Pengelolaan Keuangan untuk Kepentingan Masyarakat
Lumajang3 mingguLepas Keberangkatan CJH, Bupati Lumajang bersama Wabup Titip Doa untuk Lumajang
Lumajang3 mingguPelantikan Pengurus PMII, Bupati Lumajang Dorong Keterlibatan Generasi Muda di Pembangunan Daerah
Lumajang4 mingguBuka Gelaran IYRC, Bupati Lumajang Ajak Generasi Muda Bijak dalam Gunakan Teknologi
Lumajang1 mingguAudiensi bersama BPJS, Pemkab Lumajang Pastikan Jaminan Kesehatan Masyarakat Rentan Terjaga
Lumajang1 mingguPeningkatan Kapasitas PPID, Sekda Lumajang Ingatkan Kemampuan Bangun Komunikasi Publik yang Baik







