Lumajang

Dorong Kecintaan Potensi Lokal, Bupati Lumajang Larang Sekolah Adakan Study Tour Luar Kota

Diterbitkan

-

POTENSI: Larangan study tour untuk optimalkan potensi lokal. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Keputusan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, untuk melarang sekolah mengadakan study tour ke luar kota, menjadi langkah strategis dalam mendorong kecintaan terhadap potensi lokal. Kebijakan ini, tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah dengan memaksimalkan destinasi wisata yang ada di Lumajang.

Disampaikan Bunda Indah, selama ini banyak sekolah yang memilih destinasi luar kota, untuk study tour. Padahal, Lumajang memiliki tempat-tempat menarik yang tidak kalah indah dan edukatif.

Salah satunya, adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo, yang bahkan sudah menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara. “Kita mengimbau setengah memerintahkan, sekolah tidak lagi mengadakan study tour atau rekreasi ke luar kota, cukup di Lumajang saja,” kata Bunda Indah, Kamis (20/03/2025) tadi.

Baginya, kebijakan ini bukan sekadar larangan. Melainkan, dorongan untuk lebih mengenalkan keunggulan Lumajang kepada generasi muda.

Advertisement

Dirinya ingin, agar anak-anak sekolah memiliki kebanggaan terhadap daerahnya sendiri dan tidak selalu melihat daerah lain sebagai tujuan utama rekreasi atau pembelajaran. “Banyak kok wisata kita yang bagus-bagus. Orang luar saja, mainnya ke Lumajang. Kok ini yang orang Lumajang malah ke luar?,” tambahnya.

Lebih dari sekadar mengarahkan study tour ke dalam daerah, Bunda Indah juga menyiapkan kebijakan strategis untuk memperkuat sektor wisata lokal. Salah satunya dengan mewajibkan setiap desa memiliki satu destinasi wisata, sesuai dengan potensi masing-masing.

“Jadi nanti setiap desa kita ingin ada satu tempat wisata di luar tempat wisata yang sudah ada saat ini. Misalnya di Kandang Tepus sudah ada Bumi Perkemahan Glagah Arum, itu tidak bisa diklaim jadi milik desa, mereka harus buat lagi yang baru,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, ujarnya, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan sektor wisata desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Jika setiap desa memiliki destinasi wisata sendiri, maka akan semakin banyak pilihan bagi sekolah dalam menentukan lokasi study tour tanpa harus keluar kota.

Advertisement

Baca juga :

Lebih dari itu, Bunda Indah melihat kebijakan ini sebagai peluang besar bagi ekonomi lokal. Dengan lebih banyak wisatawan lokal berkunjung ke tempat-tempat wisata di Lumajang, uang yang sebelumnya mengalir ke luar daerah kini akan tetap berputar di dalam wilayah sendiri.

“Kita ingin uang kita tidak keluar. Semakin banyak uang dikeluarkan di Lumajang, ekonomi kita juga akan naik. Banyak sektor akan diuntungkan dengan ini,” tegasnya.

Langkah ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata, seperti kuliner, penginapan, serta penyedia jasa transportasi dan pemandu wisata. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal, permintaan terhadap produk dan layanan mereka diprediksi akan meningkat.

Selain itu, konsep wisata edukatif yang didorong dalam kebijakan ini dapat memberi pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi para siswa. Mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga mengenal lebih dalam sejarah, budaya dan kekayaan alam Lumajang.

Advertisement

Kebijakan ini pun mendapat respons positif dari berbagai pihak. Banyak orang tua yang merasa lebih tenang karena tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk study tour ke luar kota. Guru-guru juga lebih mudah dalam mengatur kegiatan belajar di luar kelas karena pilihan destinasi semakin dekat dan beragam.

Sementara itu, pelaku wisata di daerah menyambut baik inisiatif ini. Mereka melihat kebijakan Bupati Lumajang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap industri pariwisata lokal yang masih terus berkembang.

Seiring dengan rencana ini, pemerintah daerah juga akan terus berbenah dalam meningkatkan fasilitas wisata agar semakin nyaman dan menarik bagi wisatawan, termasuk bagi pelajar yang datang dalam program study tour.

Dengan berbagai upaya ini, Lumajang tidak hanya akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi daerah yang bangga dengan potensi yang dimilikinya. Keputusan ini pun menjadi langkah besar dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis pariwisata lokal. (kom/adi/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas