Lumajang

Literasi Digital Bertema Perempuan Cerdas dan Digital Berkualitas, Kadiskominfo Tekankan Melindungi Diri

Diterbitkan

-

NARA SUMBER: Kadiskominfo Lumajang saat melakukan foto bersama peserta dan nara sumber. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa literasi digital adalah bentuk edukasi yang sangat penting bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan ruang siber secara cerdas, aman dan produktif. Pesan ini disampaikannya, saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Literasi Digital bertema ‘Perempuan Cerdas, Dunia Digital Berkualitas’ yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Minggu (24/08/2025) lalu.

Diuraikan Mustaqim, bahwa media sosial harus dipandang sebagai ruang belajar sekaligus sarana pemberdayaan. Dengan pemanfaatan yang tepat, masyarakat bisa memperluas pengetahuan, mengembangkan usaha serta membangun jejaring yang bermanfaat. Namun tanpa pemahaman yang cukup, media sosial juga bisa menjadi pintu masuk risiko penyalahgunaan informasi.

“Media sosial itu seperti ruang kelas besar tanpa batas. Dari sana, kita bisa belajar, terhubung dan bahkan berkreasi. Tapi jika tidak dibekali literasi yang cukup, bisa menjadi ruang yang menjerumuskan. Karena itu, mari kita bijak, cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakannya,” jelas Mustaqim, Selasa (26/08/2025) tadi.

Dirinya juga mengingatkan, akan pentingnya edukasi keamanan siber. Masyarakat harus mengetahui cara sederhana melindungi diri, mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat, verifikasi dua langkah, hingga tidak sembarangan membagikan data pribadi.

Advertisement

“Data pribadi ibarat identitas diri. Jangan dibuka sembarangan di ruang digital. Edukasi ini penting supaya masyarakat terbiasa menjaga privasi, memahami ancaman penipuan online dan terhindar dari peretasan akun,” tambahnya.

Baca juga :

Selain itu, Mustaqim menekankan perlunya masyarakat memahami etika bermedia sosial. Edukasi digital, itu bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal sikap, bagaimana menyaring informasi, tidak menyebar hoaks dan ikut membangun suasana ruang digital yang sehat.

“Edukasi digital harus membentuk budaya baru, yakni budaya berpikir kritis, budaya memilah informasi dan budaya saling menghargai. Jika ini tumbuh, dunia digital kita akan berkualitas,” ujarnya.

Secara khusus, dirinya mendorong kaum perempuan agar lebih berdaya di ruang digital. Dengan bekal literasi digital, perempuan bisa menjadi pendidik di rumah, penggerak sosial di masyarakat, sekaligus pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi.

Advertisement

“Perempuan adalah pusat edukasi pertama bagi keluarga. Jika perempuan cerdas digital, maka anak-anak dan lingkungannya juga akan tumbuh cerdas. Inilah multiplier effect dari literasi digital,” terang Mustaqim.

Kegiatan Literasi Digital ini, diikuti oleh berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Lumajang. Diharapkan, melalui kegiatan ini, semakin banyak warga yang memiliki kesadaran baru tentang pentingnya literasi digital sebagai bekal hidup di era teknologi.

“Era digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal pendidikan. Literasi digital adalah upaya kita menyiapkan generasi yang aman, berdaya dan berkualitas di ruang siber,” imbuh Mustaqim. (kom/adi/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas