Lumajang

Ratusan Pendaki yang Terjebak di Ranu Kumbolo Paska APG Gunung Semeru Turun dengan Selamat

Diterbitkan

-

SELAMAT: Secara bertahap sejumlah pendaki kembali ke Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. (basarnas for memontum)

Memontum Lumajang – Ratusan pendaki yang enam diantaranya adalah orang dari Kementerian Pariwisata dan sempat terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, saat terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, berhasil turun dengan selamat, Kamis (20/11/2025) tadi. Ratusan pendaki itu, secara bertahap turun melalui Pos Perijinan Pendakian di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P H, mengatakan bahwa proses evaluasi dan pemantauan dilakukan oleh tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama unsur SAR gabungan setelah aktivitas vulkanik gunung Semeru meningkat. “Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” ujar Nanang, Kamis (20/11/2025) tadi.

Selain pemantauan di jalur pendakian, tambahnya, tim SAR gabungan juga bergerak ke wilayah yang terdampak erupsi gunung Semeru, khususnya di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Tim SAR gabungan juga memastikan, bahwa tidak ada korban jiwa di wilayah tersebut.

“Tidak ada korban jiwa di Desa Supiturang, sebab sebelumnya warga telah melakukan evakuasi mandiri ke beberapa lokasi pengungsian,” ujar Nanang.

Advertisement

Baca juga :

Ditambahkannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sedikitnya dua kecamatan terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Sementara itu, ada total 956 warga mengungsi dan pendataan masih berlangsung.

Pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman,

SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan dampak erupsi ini, diantaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS, BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, unsur TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa terdampak, serta relawan berbagai unsur.

PVMBG mengimbau masyarakat, agar tidak beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan sektor tenggara hingga radius 20 km dari puncak. Kemudian, tidak berada dalam radius 8 km dari kawah karena bahaya lontaran material pijar, serta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai berhulu di puncak Semeru. (hms/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas