Lumajang
Sapa Murid SDN Citrodiwangsan 03, Bupati Lumajang Kembali Tegaskan Komitmen untuk Pendidikan Inklusif

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan kunjungan ke SDN Citrodiwangsan 03, Kamis (24/07/2025) tadi. Dalam momen itu, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang, untuk mewujudkan pendidikan inklusif di seluruh sekolah.
Sekedar diketahui, SDN Citrodiwangsan 03 dikenal sebagai salah satu sekolah dasar yang membuka akses luas bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK), berdampingan dengan siswa reguler. Sementara dalam kunjungannya itu, Bunda Indah disambut dengan hangat oleh guru dan siswa, termasuk beberapa siswa ABK yang menampilkan puisi dan lagu.
“Sekolah ini luar biasa. Bukan hanya bersih dan nyaman, tapi juga mencerminkan nilai-nilai inklusi. Semua anak disambut dengan tangan terbuka,” kata Bunda Indah.
Dirinya juga menambahkan, bahwa pendidikan inklusif tidak boleh berhenti di satu atau dua sekolah. Untuk itu, dirinya akan mengeluarkan instruksi resmi agar seluruh sekolah di Kabupaten Lumajang menerima siswa ABK.
“Tidak boleh ada anak yang ditolak hanya karena kondisi mereka. Setiap anak punya hak yang sama untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan mendukung,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan, bahwa sekolah yang terbukti menolak anak berkebutuhan khusus akan dikenai sanksi administratif. Kebijakan ini, merupakan langkah serius untuk memperluas akses pendidikan inklusif di tingkat daerah.
Baca juga :
Selain itu, Pemkab Lumajang berkomitmen mendukung penyediaan sarana dan prasarana sekolah inklusif. Termasuk, tenaga guru pendamping, pelatihan guru, dan alat bantu belajar yang ramah untuk disabilitas.
Sementara itu, Kepala SDN Citrodiwangsan 03, Siti Farida, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan sistem belajar bersama antara siswa reguler dan ABK, dengan dukungan guru yang dilatih khusus. “Yang kami jaga bukan hanya proses belajar, tapi juga lingkungan sosial yang saling menerima,” jelasnya.
Kunjungan ini, juga mendapatkan apresiasi dari orang tua siswa. Salah satunya, Rina, orang tua anak dengan autisme ringan, yang menyatakan bahwa kehadiran Bupati adalah bentuk perhatian nyata terhadap keluarga dengan anak disabilitas.
Menurut data Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, terdapat lebih dari 500 anak berkebutuhan khusus usia sekolah dasar dan menengah yang tersebar di berbagai wilayah. Banyak diantara mereka, masih kesulitan mengakses pendidikan formal karena keterbatasan sekolah inklusif.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menargetkan, bahwa seluruh sekolah negeri mulai dari tingkat SD hingga SMP, dapat menerima siswa ABK secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Langkah ini, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan inklusif dan berkualitas.
Dengan komitmen tersebut, Kabupaten Lumajang mendorong sistem pendidikan yang merata, setara, dan berpihak pada seluruh anak tanpa terkecuali. (kom/adi/sit)

Lumajang4 mingguPemkab Lumajang dan DPRD Perkuat Koordinasi Pengelolaan Keuangan untuk Kepentingan Masyarakat
Lumajang3 mingguLepas Keberangkatan CJH, Bupati Lumajang bersama Wabup Titip Doa untuk Lumajang
Lumajang3 mingguPelantikan Pengurus PMII, Bupati Lumajang Dorong Keterlibatan Generasi Muda di Pembangunan Daerah
Lumajang4 mingguBuka Gelaran IYRC, Bupati Lumajang Ajak Generasi Muda Bijak dalam Gunakan Teknologi
Lumajang1 mingguAudiensi bersama BPJS, Pemkab Lumajang Pastikan Jaminan Kesehatan Masyarakat Rentan Terjaga
Lumajang1 mingguPeningkatan Kapasitas PPID, Sekda Lumajang Ingatkan Kemampuan Bangun Komunikasi Publik yang Baik







