Lumajang

Stabilkan Harga Cabai, Pemkab Lumajang Bentuk Program Cluster Pertanian Cabai

Diterbitkan

-

CABAI: Langkah menstabilkan harga cabai. (ist)

Memontum Lumajang – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mengambil langkah strategis membentuk Cluster Pertanian Cabai. Langkah ini dilakukan Pemkab Lumajang, dalam upaya menstabilkan harga cabai yang sempat naik beberapa pekan terakhir.

Program ini, akan fokus pada produksi cabe rawit dan cabe merah besar di Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, Senduro, Lumajang dan Kecamatan Kunir. Dengan tujuan, menjaga pasokan dan kualitas hasil panen.

Kepala Bidang Hortikultura DKPP, Hendra Suwandaru, menyatakan bahwa langkah ini sekaligus mempermudah pengawasan terhadap kualitas cabai dan penanganan hama secara terpadu. “Dengan adanya cluster pertanian, produksi cabai diharapkan lebih terkontrol. Sehingga, harga di pasar tidak mudah naik tajam. Petani juga bisa berbagi praktik terbaik untuk hasil panen yang maksimal,” jelas Hendra, Jumat (10/10/2025) tadi.

Ditambahkannya, langkah ini sangat dibutuhkan, karena harga cabai di Lumajang, memang sempat berfluktuasi. Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan, per 1 Oktober 2025 harga rata-rata cabai di tingkat konsumen, cabe merah keriting Rp 39.666 perkg, cabe merah besar Rp 50 ribu perkg dan cabe rawit merah Rp 45 ribu perkg.

Advertisement

Baca juga :

Pada 9 Oktober 2025, harga di pasar utama seperti Pasar Baru, Pasar Sukodono dan Pasar Pasirian, tercatat stabil. Diantaranya, cabe merah keriting Rp 40 ribu perkg, cabe merah besar Rp 50 ribu perkg dan cabe rawit merah Rp 35 perkg.

Menurut Hendra, ada beberapa penyebab fluktuasi harga sebelumnya. Seperti stok cabai yang mulai menipis hingga cuaca yang tidak menentu. Sehingga, cabai cepat busuk, serta serangan hama seperti petek, antraknosa dan layu fusarium yang menurunkan hasil panen.

Salah satu kelompok tani yang tergabung dalam cluster, Poktan Awan Gono, yang diketuai Sulkhan Maarif, menyambut baik inisiatif ini. “Cluster membuat kami bisa berbagi pengalaman dan menjaga kualitas panen. Hasilnya, harga di pasar pun lebih stabil,” kata Sulkhan.

Program Cluster Cabai DKPP Lumajang, menjadi contoh langkah solutif pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan fluktuasi harga cabai dapat diminimalkan dan pasokan tetap aman untuk masyarakat. (kom/adi/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas