Lumajang

Stabilkan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok, Pemkab Lumajang Gelar Pasar Ramadan

Diterbitkan

-

Bupati Lumajang Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman dan Harga Tetap Stabil Jelang Idul Fitri

Memontum Lumajang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, sebagai bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Lebaran.

Bupati Indah mengatakan bahwa pemantauan distribusi dan pasokan komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam dan cabai dilakukan secara intensif. Berdasarkan hasil monitoring, stok di tingkat distributor dan pasar rakyat dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stok aman. Yang ingin kita stabilkan adalah harganya. Karena itu operasi pasar dan Pasar Ramadan akan terus kita gencarkan agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang menjelang Idul Fitri,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, Selasa (03/03/2026) tadi.

Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemkab Lumajang menggelar Pasar Ramadan di kawasan timur Alun-Alun Lumajang selama 6 hari, atau 2 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini, menyediakan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran guna menekan dampak kenaikan harga musiman.

Advertisement

Berbagai komoditas dijual, dengan harga lebih terjangkau. Antara lain, seperti beras Rp 55 ribu per 5 kilogram, telur ayam Rp 29 ribu perkilogram, gula pasir Rp 15.500 perkilogram, serta minyak goreng Rp14.500 per liter. Selain itu, tersedia pula sayuran segar dan kebutuhan dapur lainnya.

Baca juga :

Menurut Bunda Indah, harga yang lebih rendah dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan asosiasi dan produsen. Sehingga, distribusi lebih pendek dan efisien. Skema ini, menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.

Selain Pasar Ramadan, operasi pasar juga digelar di sejumlah titik untuk memperluas jangkauan intervensi. Langkah ini dilakukan, sebagai antisipasi meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri yang berpotensi memicu gejolak harga.

“Stabilitas harga bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan menyangkut rasa aman masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Dengan harga yang terkendali dan stok terjamin, warga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang,” imbuhnya.

Advertisement

Koordinasi lintas perangkat daerah bersama distributor dan pelaku usaha terus diperkuat guna memastikan kelancaran pasokan hingga tingkat pengecer. Pemerintah daerah juga melakukan pengawasan rutin untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

Pemkab Lumajang berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan usaha pedagang. Intervensi dilakukan secara terukur agar pasar tetap sehat dan daya beli masyarakat terjaga.

Dengan kombinasi Pasar Ramadan dan operasi pasar berkelanjutan, pemerintah optimistis kebutuhan pokok masyarakat hingga Idul Fitri dapat terpenuhi secara memadai, sementara potensi lonjakan harga dapat ditekan seminimal mungkin. (kom/adi/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Trending

Lewat ke baris perkakas